Kemiskinan
merupakan masalah yang hampir dialami oleh semua negara berkembang, terutama
negara yang berjumlah penduduk besar. Bagi Indonesia, kemiskinan adalah masalah
nasional, sehingga pemerintah berupaya memecahkan persoalan kemiskinan dengan
berbagai program. Namun, pada umumnya, hasil program belum bisa dikatakan cukup
berarti, karena jumlah orang miskin semakin bertambah, bahkan tetap menyisakan
masalah, Slogan Waras, Wareg, wasis dan mapan papan, merupakan upaya Pemerintah
Kota Surakarta dalam rangka menanggulangi kemiskinan dikota ini, namun pada
kenyataannya angka kemiskinan masih saja belum beranjak dari angka tahun tahun
sebelumnya hal ini dikarenakan dalam perencanaannya masih bersifat parsial dan
temporer serta tidak saling mendukung antara program satu dengan program yang
lainnya demikian pula peran partisipasi masyarakat dalam upaya ini masih minim,
meskipun pada dasarnya media partisipasi telah disediakan dan dilaksanakan
disetiap tahunnya, yaitu Musyawarah Perencanaan Pembangunan ( Musrenbang )
Maksud
dan tujuan diselenggarakan Musrenbang, adalah sarana masyarakat untuk berperan
aktif dan berpartisipasi merencanakan pembangunan diwilayahnya, namun sayangnya
hasil Musrenbang dari tahun ketahun, masih saja berkutat pada pembangunan fisik
semata, padahal ada yang lebih penting yaitu pembangunan peningkatan
kesejahteraan bagi masyarakat terutama bagi masyarakat miskin dan
berkesinambungan. Dengan demikian agar
perencanaan Musrenbang agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat miskin, dibutuhkan
keterlibatan masyarakat miskin yang selama ini jarang dilibatkan dalam proses
perencanaan tersebut, keberadaan masyarakat miskin dalam proses perencaan
merupakan hal yang penting, sebab yang tahu akan kebutuhannya adalah masyarakat
miskin itu sendiri.
Untuk
itulah Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerrah kota Surakarta,
menginisiasi program Rencana Jangka Menengah Pembangunan Kelurahan – RPJM-Kel
dalam rangka mengoptimalkan dan memfokuskan hasil Musrenbangkel mengarah kepada
percepatan penanggulangan kemisikinan, bukan artinya selama ini hasil
Musrenbangkel belum mampu menyentuh kepada peningkatan kesejahteraan
masyarakat, namun tujuan dari program ini lebih menstrukturkan dan memfokuskan
hasil agar mampu memberikan tambahan untuk percepatan penanggulangan
kemiskinan.
Startegi
dan cara yang akan dilakukan dalam penyusunan RPJM- Kelurahan, dengan cara
mengidentifikasi dan memetakan permasalahan terkait dengan kemiskinan dan
pemiskinan dengan cara diskusi kelompok terbatas dengan seluruh warga masyarakat
diutamakan masyarakat miskin, diskusi ini dilakukan disetiap wilayah RW yang
kita sebut dengan Diskusi AnalisisKemiskinan Partispatif (AKP) yang
difasilitasi oleh fasilitator lingkungan yang telah dilatih oleh TKPKD Kota
Surakarta.
Sedangkan
untuk mengkonfirmasikan temuan ditingkat RW, maka diadakan Analisis Kemiskinan
Partispatif ditingkat kelurahan, yang kemudian dilakukan merunut masalah yang
muncul dalam temuan di dua kegiatan tersebut, setelah itu dilakukan
pemrioritasan penyelesaian masalah yang ditemukan, hasil dari skala prioritas
tersebut akan didokumentasikan kedalam program Rencana Jangka Menengah Pembangunan
Kelurahan – RPJM Kel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar